PPP Berikan Ruang Lebar Bagi Generasi Milenial

15


Jakarta – Himpunan Jurnalis Indonesia (HJI) menggelar diskusi publik dengan tema startup politik membaca arah baru politik generasi milenia. Diskusi yang baru pertama kali di gelar oleh HJI ini berlangsung di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Wakil Sekjen DPP PPP, Achmad Baidowi mengatakan, berdasarkan data pemilih pemula atau milenial pada Pemilu 2014 jumlahnya adalah 40 juta. Jumlah itu tentu saja akan bertambah di Pemilu 2019.

“Tantangan bagi partai politik untuk memberikan ruang bagi generasi milenial,” kata Anggota Komisi II DPR RI.

PPP sendiri, lanjut Baidowi, saat ini diisi oleh generasi muda. Hanya saja memang, generasi milenial sebagai pemilih pemula bukanlah pemilih ideologis. Meski begitu, pada saat yang sama generasi ini merupakan pemilih yang sangat kritis.

“Sangat sedikit partai-partai di Indonesia yang melibatkan anak-anak muda, untung kami di PPP ruang bagi generasi muda diberikan kesempatan yang cukup lebar,” katanya.

Pengamat politik Charta Politika, Muslim mengatakan kategori milenia lahir tahun 80-an sampai 90-an, mereka sebenarnya merupakan populasi pemilih terbesar untuk pemilu 2019 mendatang.

“Penduduk kita tahun 2020 sekitar 268 jutaan, dari situ sekitar 84 jutaan 2019 adalah kelompok dikategorikan kelompok generasi milenia. Kalau dipersentasikan di tahun 2019 nanti, sekitar 48 persen hampir 50 persen adalah pemilih milenia,” katanya.

Dengan angka yang sangat tinggi, Muslim yakin bahwa di tahun 2019 pemilih milenia adalah pemilih yang menentukan pemimpin kedepan, menentukan siapa partai politik pemimpin kedepan dan siapa pemimpin-pemimpin kedepan.

Noer Fajriensyah, Ketum HMI periode 2010-2012 juga mengatakan hal yang senada. Menurutnya generasi milenia berada pada posisi mengambil peran, baik dalam ramah sosial, politik maupun ekonomi.

Menurut Fajriensyah, generasi milenial dibagi menjadi tiga cluster, pertama yaitu generasi milenial akademik yaitu mereka yang mengejar kemampuan akademik untuk menjadi pengabdi kampus, kedua yaitu yang memang melakukan transisi dari akademik ke profesional dan yang ketiga yaitu generasi milenia yang cenderung ke dunia bisnis.

“Kelompok dua dan tiga ini mendominasi. Kelompok inilah yang notabene rata-rata apriori terhadap dunia politik,” kata Fajriensyah.

15 recommended
comments icon 0 comments
0 notes
161 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *