ThamrinCity Jadi Kiblat Pecinta Tenun

1


Jakarta- Pusat Belanja Trade Mall ThamrinCity makin dikenal sebagai pusat perdagangan kerajinan Tenun Nusantara, disamping keberadaannya selama ini yang dikenal sebagai Pusat Batik Nusantara dan Pusat Busana Muslim.

TM ThamrinCity yang berlokasi strategis di pusat jantung bisnis Jakarta karena terletak tidak jauh dari Bunderan Hotel Indonesia itu, kini memasarkan berbagai kerajinan Tenun dari seluruh Indonesia.

Menurut Sindiwaty Mastra selaku General Manager PR & Promosi TM ThamrinCity, pihaknya memberikan perhatian khusus dan mendorong berkembangnya usaha kerajinan tenun daerah di seluruh Nusantara dengan memasarkan produk-produknya di TM ThamrinCity.

“Sejak awal komitmen kami di TM ThamrinCity untuk ikut membantu berkembangnya UKM Kerajinan tenun di seluruh Indonesia agar mendapatkan akses pasar yang luas di Jakarta,” ujar Sindi.

Dikatakan Sindi, TM ThamrinCity sejak awal, terus mendukung usaha kerajinan tenun dari berbagai penjuru Nusantara. “Selain menguntungkan, usaha tenun juga melestarikan kebudayaan tenun daerah yang sudah turun temurun,” kata Sindi.
Menurut dia, keberadaan pengrajin tenun yang memasarkan produk tenun di TM ThamrinCity terus meningkat.

“Penambahan jumlah pengrajin yang berjualan maupun penambahan toko-toko yang memasarkan produk tenun. Ini terlihat dari berkembangnya zona Pusat Tenun Nusantara TM ThamrinCity. Semula hanya ada di lantai 1, sekarang sudah merambah ke lantai 2 dan 3,” katanya.

Pengelola TM ThamrinCity, lanjut Sindi, memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi pengrajin tenun ikat dari daerah-daerah untuk memasarkan produknya.

Kini kalau mencari tenun tak perlu lagi jauh-jauh ke daerah, cukup datang ke TM ThamrinCity di Jakarta Pusat. Salah satu pengrajin tenun ikat yang membuka usahanya di TM ThamrinCity bernama Idrus pemilik toko Alfi yang terletak di lantai 1 Blok A 17. Sehari-hari Idrus dan Fitri istrinya melayani pembeli yang datang langsung berbelanja di tokonya.

“Awalnya membuka lapak di TM ThamrinCity tahun 2012, terus berkembang hingga sekarang ini sudah punya 2 toko yang memasarkan kerajinan tenun motif Nusantara dari Jepara yang sangat digandrungi para pembeli,” ujar Idrus.

“Kami memproduksi sendiri semua motif tenun di Jepara bersama para pengrajin tradisional, hampir semua motif tenun Nusantara yang terkenal kami produksi secara tradisional, mulai dari Aceh, Batak, Kalimantan, NTT, Sulawesi hingga motif tenun tanah Papua,” papar Idrus menambahkan.

“Sebagai informasi, harga tenun mulai dari Rp 35 ribu per meter hingga Rp 350 ribu per potong tenun, ada juga yang dijual secara grosiran untuk yang menjual kembali,” katanya.

“Pelanggan kami yang datang membeli tidak hanya dari Jakarta tapi dari luar Jakarta bahkan dari luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Australia,” tandasnya.

Keuntungan berusaha kerajinan tenun motif Nusantara di TM ThamrinCity juga dirasakan oleh Lia dan Mustofa pemilik toko MTV yang mengusung tema sebagai Rumah Tenun Tradisional Jepara.

Toko MTV yang menjual kain tenun Nusantara sejak tahun 2011 ini diakui Lia sudah mengalami kemajuan usaha yang signifikan.

“Saat ini kami sudah memiliki 4 buah toko di TM ThamrinCity yang khusus menjual tenun ikat motif Nusantara dari Jepara, yang paling banyak dicari saat ini kain tenun motif daerah NTT dan tenun motif Toraja,” ujar Lia.

“Tenun motif Nusantara yang kami jual mulai dari harga Rp 20 ribu per meter hingga harga Rp 200 ribu per potong kain, semua kami produksi di Jepara dan melibatkan puluhan tenaga pengrajin tenun rumah tangga,” kata Lia.

Keberhasilan usaha tenun motif Nusantara di TM ThamrinCity diakui Lia, dengan meningkatnya omset penjualan mencapai Rp 150 juta hingga Rp 500 juta per bulan.

“Kami bersyukur usaha kami bertahan dan maju, semoga ke depan iklim usaha makin kondusif dan usaha tenun terus berkembang,” pungkasnya. (amr).

comments icon 1 comment
1 notes
29 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *