KH. Misbahul Munir: Bughot atau Membrontah Hukumnya Haram

4


JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aswaja Center berbicara tentang hukum pengerahan massa alias people power yang mengarah pada pemberontakan atau bughot. Aswaja Center mengatakan Bughot (memberontak) haram hukumnya.

Bughot termasuk dalam salah satu sikap DPP Aswaja Center dalam melihat perkembangan dewasa ini. Menurut Aswaja Center, sikap ini diambil dengan melihat kondisi dewasa ini utamanya setelah Negara Indonesia melaksanakan Pemilu 2019.

“Melawan pemerintah yang sah adalah termasuk kategori bughot (Memberontak) dan hukumnya haram, pelakunya wajib ditumpas sesuai hukum yang berlaku,” tegas Ketua Umum DPP Aswaja Center KH Misbahul Munir dalam konferensi pers pernyataan sikap DPP Aswaja Center setelah acara Halaqoh Aswaja di Acacia Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (18/05/2019).

Selain itu, Aswaja Center juga mendukung penuh TNI dan Polri dalam menjaga keamanan dan kedaulatan NKRI. Aswaja Center juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan mentaati peraturan yang berlaku.

“Diharap kepada seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan guna terjaminnya pelaksanaan pemerintahan, kemasyarakatan dan pembangunan disegala aspek kehidupan. Sebagai warga negara yang baik, harus taat dan tunduk pada ketentuan peraturan yang berlaku,” imbuh Misbah.

Kyai Misbah juga mengajak pada umat Islam untuk meningkatkan keimanan  dan ketakwaan. Saat ini, ia mengajak umat untuk memperbanyak membaca sloawat.

“Khusus kepada ummat Islam agar meningkatkan keimanan dan ketaqwaan untuk mendatangkan keberkahan dari Allah SWT dan memperbanyak membaca Sholawat Asyghil agar Allah SWT melindungi bangsa Indonesia dari segala mara bahaya,” pungkasnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal DPP Aswaja Center KH. Abdul Majid menegaskan bahwa Indonesia dalam kondisi aman. Ia mengajak masyarakat untuk mempercayakan keamanan pada TNI dan Polri.

“Indonesia ini sebenarnya dalam keadaan aman dan damai, masyarakat jangan mudah terprovokasi dengan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan politik,” kata Majid.

4 recommended
comments icon 0 comments
0 notes
58 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *