Kawal Sidang Sengketa Pemilu, Mahasiswa Cilegon Adakan Talkshow Kesatuan NKRI


CILEGON – Kondisi politik nasional yang terus berkembang dengan masih berjalannya sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) membuat mahasiswa di Kota Cilegon berkomitmen untuk menghindari perpecahan bangsa dan tetap menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Hidup bernegara pasti tidak bisa lepas dari kepentingan, mulai dari kepentingan pribadi, kelompok/golongan tertentu, hingga kepentingan umat bernegara/berbangsa. Namun, proses bernegara saat ini oleh pemerintah dengan demokrasi yang ada dapat dikatakan sudah berjalan baik”, ujar Rois Syuriah PCNU Luar Negeri, Dr. Tech Agus Pramono, ST. MT dalam acara talkshow bertajuk Merajut Persatuan dan Kesatuan Untuk Keselamatan Bangsa di Dapoer Pelipur Lapar. (20/6)

Dalam sidang di MK menunjukkan banyaknya akal yang “dimubadzirkan” karena tidak punya manfaat, padahal diisi kaum intelektual namun mendalilkan sesuatu yang tidak dapat dibuktikan secara kuat/pasti. Faktor kepentingan inilah yang membuat seseorang kadang kehilangan akal karena tertutup nafsu/ambisi pribadi, imbuh pria yang memiliki jabatan Rois Syuriah PCNU Rusia dan Eropa Utara ini.

HOAX Ancaman Bangsa

Disisi lain, Dosen Untirta Prof. Imam Santoso, M.Sc yang juga hadir dalam acara sebagai salah satu narasumber menambahkan, akibat maraknya kepentingan membuat posisi bangsa ini juga tidak lepas dari sebuah ancaman perpecahan. Ancaman untuk memecah bangsa terus berdatangan dari dalam maupun dari luar (bangsa lain), salah satunya melalui penyebaran berita bohong (hoax) “berbungkus” isu SARA.

Tantangan inilah membuat tugas para generasi muda, mahasiswa maupun seluruh elemen masyarakat wajib bertanggung jawab menjaga persatuan dan kesatuan NKRI dari berbagai ancaman. Tidak usah lah ikut fanatik politik, mekanisme apa yang berlaku harus ditaati dan diikuti, imbuh Prof. Imam.

Menurutnya, urusan negara sebenarnya sudah dibagi-bagi, atas elemen yang sangat kompleks dengan tujuan dan fungsi masing-masing. Mahasiswa berlakulah dan fokus seperti mahasiswa, petani fokuslah pada bertani, pengajar fokuslah pada tugasnya untuk mengajar. Dengan ini maka seluruh elemen dapat mendorong aparatur negara dalam menciptakan keamanan dan persatuan, bukan justru menjadi provokator dalam memecah belah.

Persatuan Indonesia

Keberagaman bangsa ini layaknya sebuah pelangi yang indah dikarenakan adanya perbedaan warna yang menyatu merupakan karunia Allah SWT yang tidak ternilai, ucap salah satu narasumber lain Intelektual Muda NU, Drs. Sugeng.

Adanya perbedaan politik nasional yang masih berkembang wajib menjadi tanggung jawab bersama untuk menjadi pion pemersatu guna menjaga kesatuan bangsa. Meskipun berbeda pilihan politik, persatuan bangsa tetap harus menjadi yang utama demi menjaga keutuhan NKRI, ungkap pria kelahiran Purbalingga, Jawa Tengah ini.

Ia juga menghimbau seluruh elemen mahasiswa tidak usah terprovokasi isu-isu yang bertujuan memecah belah, khususnya isu politik pilihan 01 dan 02. Saat ini sudah saatnya 03 Persatuan Indonesia.

Acara ditutup dengan seruan “Kami Mahasiswa Cilegon” :

  1. Melepaskan dan membuang pilihan politik 01 maupun 02 yang telah berlalu dan beralih pada jiwa 03 sesuai Pancasila, Persatuan Indonesia.
  2. Mengajak semua pihak untuk selalu menahan diri, tidak mudah terprovokasi dan menolak segala bentuk aksi anarkis yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat.
  3. Siap menjadi agen perdamaian, untuk menjaga Negara kesatuan Republik Indonesia.
  4. Meminta pendukung Paslon Capres dan Cawapres 01 maupun 02 agar tidak melakukan unjuk rasa di Mahkamah Konstitusi, karena dapat menganggu proses penanganan sengketa yang harus independen dan tidak dapat diintervensi pihak manapun. (RUZI)
comments icon 0 comments
0 notes
78 views
bookmark icon

Write a comment...

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *